Menginspirasi Hidup: Membangun Budaya Donor Darah Saat Berpuasa – Kisah Sukses Bersama PKRS dan UTD!

Dalam sebuah upaya kolaborasi yang menginspirasi, PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) dan UTD (Unit Transfusi Darah) bergabung pada Selasa, 28 Maret 2023, dan Rabu, 29 Maret 2023, untuk menyelenggarakan program penyuluhan yang penuh makna di Poliklinik dan Ruangan Raflesia. Tema utama acara ini adalah donor darah, terutama saat bulan suci ramadhan. Herlina, Amd. Kep sebagai petugas UTD yang bersemangat dan pakar berpengalaman, bertindak sebagai pembicara utama. Tujuan utama acara ini adalah untuk mengedukasi pasien dan keluarganya tentang pentingnya donor darah serta menangani berbagai permasalahan terkait donor darah saat berpuasa.

Acara dimulai dengan eksplorasi mendalam tentang dampak penyelamatan nyawa yang dapat dicapai melalui donor darah bagi mereka yang sangat membutuhkan. Peserta dijelaskan tentang bagaimana satu sumbangan darah dapat menyelamatkan beberapa nyawa dan peran penting darah dalam situasi darurat, operasi, dan perawatan medis.

Salah satu topik sentral dalam diskusi adalah donor darah saat berpuasa, sebuah tema yang sering menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan calon pendonor. Herlina dengan cekatan menanggapi miskonsepsi dan ketakutan, menjelaskan bahwa donor darah saat berpuasa aman dan bahkan dianjurkan, karena mencerminkan semangat keikhlasan dan kepedulian.

Sesi ini membongkar mitos-mitos umum dan pemahaman yang salah tentang donor darah saat berpuasa. Herlina membawa bukti medis yang mendukung keamanan donor darah selama jam berpuasa dan menekankan pentingnya tetap terhidrasi dan bergizi sebelum memulai puasa.

Salah satu sorotan menarik dari acara ini adalah penekanan pada keterlibatan komunitas. Peserta dihimbau untuk menyebarkan kesadaran dalam lingkaran sosial mereka, mempromosikan budaya belas kasih dan persatuan melalui donor darah. Dengan melibatkan keluarga dalam tujuan mulia ini, penyuluhan bertujuan untuk membentuk rasa tanggung jawab terhadap kesejahteraan bersama.

Beberapa peserta dengan berani berbagi pengalaman pribadi sebagai pendonor atau penerima donor darah. Kesaksian penuh haru ini menyentuh hati semua orang yang hadir, memperkuat kekuatan empati dan dampak sebuah tindakan kebaikan terhadap kehidupan orang lain.

Saat acara berakhir, peserta meninggalkan ruangan dengan perasaan tujuan yang mendalam dan komitmen baru untuk mendonorkan darah secara teratur, terutama saat bulan suci ramadhan tiba. Semangat sejati dari berbagi tercermin dalam senyuman dan rasa kepuasan di wajah mereka.

Kolaborasi antara PKRS dan UTD, dipimpin oleh pandangan bijak dari Herlina, menghasilkan inspirasi dan pendidikan selama program penyuluhan dua hari tersebut. Acara ini berhasil menyatukan kekhawatiran calon pendonor dengan pentingnya mendonorkan darah saat berpuasa. Seiring masyarakat merangkul budaya donor darah, kita dapat membayangkan masa depan di mana tindakan tanpa pamrih menjadi bagian inheren dari kain sosial. Bersama-sama, kita bisa menyelamatkan nyawa, satu tetes darah pada satu waktu, dan memperkaya kehidupan banyak individu. Biarkan ini menjadi bukti kekuatan kerjasama dan dampak pendidikan yang penuh kasih sayang.

Leave A Reply